KOMPETISI.ID – Kenapa Inter gagal menembus 16 Besar Champions League? Gelandang berpengalaman, Nicolo Barella punya jawabannya.
I Nerazzurri kandas setelah Inter Milan menderita kekalahan di kandang sendiri dari Bodo Glimt, klub asal Norwegia, 1-2 di San Siro, Rabu 25 Februari 2026 dinihari WIB.
Nerazzurri tahu mereka membutuhkan kemenangan istimewa untuk membalikkan kekalahan 3-1 di laga pertama di Norwegia. Mereka itu sepenuhnya dalam kemampuan mereka untuk melakukannya di San Siro.
Namun, meskipun mendominasi penguasaan bola dan banyak peluang, mereka tumpul dalam serangan dan melakukan kesalahan fatal dalam pertahanan, terutama Manuel Akanji yang memberikan gol pembuka kepada Jens-Petter Hauge.
Hakon Evjen menambahkan gol kedua, dengan Alessandro Bastoni hanya mencetak gol hiburan dari sepak pojok, saat Inter tersingkir dengan agregat 5-2.
Nicolò Barella mengakui Bodo Glimt 'pantas lolos' ke 16 besar Champions League.
“Kami kebobolan gol karena kesalahan individu. Itu terjadi dalam sepak bola. Tapi, hal tersulit adalah memecah kebuntuan dan kami tidak melakukannya,” katanya.
Dia menyebutkan Bodo Glimt pantas mendapatkan ucapan selamat. “Mereka mengalahkan kami di kandang dan tandang. Jadi, jelas mereka pantas lolos,” kata Barella.
Inter telah menjadi perwakilan terbaik Italia di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, mencapai final Champions League dua kali dalam tiga musim terakhir di bawah asuhan Simone Inzaghi.
Mereka belum pernah tersingkir sedini ini sejak Antonio Conte gagal melewati babak grup pada musim 2020-21. Tapi, saat itu mereka diberi akses ke Europa League, sedangkan kali ini adalah akhir dari kampanye kontinental mereka.
“Ada kekecewaan karena kami tidak pernah menyembunyikan keinginan kami untuk bersaing di setiap turnamen,” ujarnya.
Dia menambahkan Inter Milan sudah mencoba. Tapi, Bodo Glimt bermain lebih baik.
“Inilah perbedaannya ketika kita tidak lolos dengan selisih satu poin karena mereka memberikan penalti pada menit ke-90. Tanpa itu, kami akan menghindari dua pertandingan dan perjalanan ke Norwegia. Tetapi inilah Liga Champions yang baru,” tambahnya. (*)