KOMPETISI.ID – Laga pertama memberi kepercayaan diri bagi Club Brugge. Tapi, cukupkah untuk mengarungi pertandingan berat Atletico Madrid vs Club Brugge di Champions League.
Pertandingan Atletico Madrid vs Club Brugge pada laga kedua playoff menuju 16 Besar Champions League akan berlangsung di Stadion Riyadh Air Metropolitan, Madrid, Rabu 25 Februari 2026 dinihari, mulai pukul 00.45 WIB.
Kedua kubu akan berebut satu tiket ke 16 Besar Champions League. Siapapun yang menang dalam pertarungan Atletico Madrid vs Club Brugge, merekalah yang akan memetiknya.
Bagi Club Brugge, ini laga yang berat. Tapi, mereka berada dalam posisi menguntungkan setelah penampilan mengesankan di laga pertama.
Juara Belgia itu finis di posisi ke-19 di Fase Liga dengan 10 poin dari delapan pertandingan. Mereka mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Perjalanan mereka di Eropa ditandai dengan inkonsistensi, . Club Brugge kebobolan 17 gol dan hanya mencetak 15 gol. Itu menandakan potensi serangan dan lemahnya pertahanan.
Di laga tandang, anak asuh Ivan Leko kesulitan. Mereka hanya memenangkan satu dari empat pertandingan Eropa mereka di laga tandang. Sisa lainnya? Kalah.
Namun, penampilan mereka di laga pertama akan memberi Club Brugge kepercayaan diri. Dua kali mereka bangkit dari ketertinggalan dan mengamankan hasil imbang untuk tetap menjaga asa maju ke 16 Besar.
Klub Belgia itu telah menunjukkan tanda-tanda peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Mereka memenangkan tiga dari lima pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, bukti ditemukannya performa terbaik di tahap yang krusial.
Strategi menyerang mereka, yang dibangun di atas transisi cepat dan pergerakan kreatif, terbukti efektif. Hanya kurang stabilnya pertahanan yang membuat Club Brugge tetap menjadi kekhawatiran utama menjelang pertandingan penting ini.
Segalanya masih memungkinkan di Stadion Riyadh Air Metropolitan. Pasalnya, laga pertama berakhir imbang 3-3.
Atletico Madrid, sejatinya, juga kurang konsisten di Champions League. Di fase Liga Champions, mereka finis dengan 13 poin dari delapan pertandingan dan terdegradasi ke babak play-off dalam upaya mereka untuk mencapai 16 besar.
Los Rojiblancos mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan selama fase tersebut. Itu bukti mereka gagal mempertahankan konsistensi yang diharapkan di level ini.
Namun, performa kandang mereka di Eropa menjadi kekuatan utama. Tiga tiga kemenangan dari empat pertandingan di Metropolitano, bukti mereka tampil maksimal di kandang sendiri.
Performa Atletico menjadi perhatian dalam beberapa pekan terakhir, dengan hanya dua kemenangan dari lima pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, ditambah satu hasil imbang dan dua kekalahan.
Meskipun mereka meraih kemenangan 4-2 atas Espanyol dalam pertandingan terakhir, penampilan Atletico Madrid kurang konsisten. Seringkali kesulitan membangun momentum bahkan setelah kemenangan yang mengesankan.
Ketidakpastian itu terlihat jelas, dengan kemenangan dominan diikuti oleh kemunduran yang tak terduga, menimbulkan pertanyaan tentang apakah mereka dapat memberikan performa terbaik saat dibutuhkan.
Meski begitu, pengalaman Atletico dalam sepak bola sistem gugur dan rekor kandang mereka yang kuat dapat menjadi penentu saat mereka berupaya mengamankan tempat mereka di babak selanjutnya. (*)