Logo Kompetisi.ID

Begini Cara Cesc Fabregas Curi Ilmu Bodo Glimt untuk Taklukkan Inter Milan di Coppa Italia

Selasa, 03 Maret 2026 • 05:46:37 WIB
Begini Cara Cesc Fabregas Curi Ilmu Bodo Glimt untuk Taklukkan Inter Milan di Coppa Italia
Cesc Fabregas sempat bertemu pihak Bodo Glimt saat mengalahkan Inter Milan di Champions League. (X @Como1907)

KOMPETISI.ID – Duel Como vs Inter Milan menandai semifinal Coppa Italia. Cesc Fabregas pun mencuri ilmu dari Bodo Glimt untuk mengalahkan I Nerazzurri.

Pertandingan Como vs Inter Milan pada semifinal Coppa Italia akan berlangsung di Staduon Sinigaglia, Como, Selasa atau Rabu 4 Maret 2026 dinihari WIB.

Laga Como vs Inter Milan menjadi pertandingan pertama kedua kudu di semifinal Coppa Italia. Laga kedua akan berlangsung di kandang Inter Milan.

Inter adalah favorit utama, karena mereka unggul 10 poin di puncak klasemen Serie A, memenangkan 13 dari 14 pertandingan terakhir mereka di liga.

Bagaimana cara mengalahkan Inter Milan? Como pun mencari ilmu dari Bodo Glimt, klub Norwegia yang membuat kejutan besar di Champions League.

I Nerazzurri dikalahkan kandang dan tandang oleh Bodo Glimt di babak play-off Champions League, dengan hasil agregat akhir 5-2. Pendekatan itu yang membuat pelatih Como, Cesc Fabregas, terkesan.

Menurut La Gazzetta dello Sport, hal itu mendorong Cesc Fabregas untuk mempelajari tim Norwegia tersebut dengan cermat, termasuk mengundang staf mereka untuk makan siang pekan lalu.

Fabregas ingin bertemu dengan ahli gizi dan staf kebugaran mereka, untuk meminta pendapat detail bagaimana mereka mempersiapkan pemain mereka agar bugar.

Baik Como maupun Bodo Glimt sudah menggunakan aplikasi untuk membantu pemain mereka mencatat semua yang mereka makan selama waktu istirahat, membantu staf untuk memantau nutrisi.

Selama beberapa hari terakhir, dilaporkan Fabregas juga meminta Como untuk memasang layar besar di tempat latihan mereka, sehingga ia dapat menunjukkan pergerakan pemain secara real-time menggunakan drone yang melayang di atas lapangan.

Ini bukanlah ide yang sepenuhnya baru, karena sudah diadopsi oleh Luis Enrique di Paris Saint-Germain, yang juga menghancurkan Inter 5-0 di Final Liga Champions musim lalu. (*)
 

Bagikan

Berita Lainnya

Semua Berita

Berita Terkini

Semua Berita